[Picture 18++] Chyntia Fergusson

Kamis, 28 Februari 2013
Starring :: Chyntia Fergusson ( 20 Age )
Theme :: Pretty Women in Bed
Rating :: Very Good 

-------------------------------------------------------------------
















[Cerita Dewasa] Cintaku Yang Kandas


[Cerita Dewasa] Cintaku Yang Kandas

Sore hari di tahun 2000 bulan Januari sebelum aku kuliah ke Perth, hujan rintik-rintik menemani perjalananku ke rumahku sepulang dari tempat les bahasa Inggris di LIA, saat itulah kulihat gadis tinggi semampai berjalan di sampingku.Wow.. tiba-tiba hatiku berdetak kuat, gadis ini cantik sekali dengan tinggi semampai, memakai baju hitam ketat dengan celana putih kordoroi, serasi dengan kulitnya yang putih bersih. Rambut sepundak kemerahan dengan wajah lonjong manis sekali, dibubuhi mata sipit seperti artis China yang sering kulihat di TV. aEsAku harus kenalan!aEt berontak kata hatiku. Jalannya cepat tanpa melihat ke kanan ke kiri. Wah.. berani tidak ya, hatiku bertanya-tanya. Okelah PD saja.aEsHaiaEt, sapaku dengan suara bergetar. aEsBaru pulang kuliah ya?aEt sambil kulihat buku yang dibawanya. aEsIyaa..aEt responnya. Wah.. gayung bersambut nih, langsung saja kenalan. Sejak saat itulah aku dekat dengan Fei. Gadis yang ternyata satu kompleks perumahan denganku di daerah Jakarta Pusat. Ternyata ia baru di kompleksku dan tinggal bersama pamannya. Pamannya adalah penjual barang elektronik di daerah Glodok. Sebelum ke Jakarta, ia tinggal bersama orang tuanya di Medan, lulus SMA ia melanjutkan pendidikan di FE salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat.Singkat cerita kami pun pacaran. Terus terang, aku orangnya tidak kuat melihat Fei. Yang paling aku sukai dari bagian tubuhnya, adalah kakinya yang panjang (1 meter 5 senti) dan yang yang paling membuatku sukai lagi adalah betisnya yang putih mulus dengan bentuk yang pas, tak terlalu gemuk dan tak terlalu kecil, seksi sekali. Fei tinggal bersama pamannya dan ke-3 sepupunya yang semuanya perempuan yang masih bersekolah antara SD - SMP, beserta seorang pembantu.Pengalaman seks-ku dengannya berjalan secara bertahap. Setelah beberapa lama pacaran aku cuma bisa mencium pipinya. Seminggu kemudian bibirnya, lama setelah itu ketika kami berdua nonton di bioskop Lippo Karawaci aku ingat filmnya Star Wars, ia memakai baju hem sutra warna krem dengan rok selutut warna coklat, yang menampakkan bentuk kakinya yang sempurna itu. Baju sutranya begitu lembut hingga mengikuti lekukan dadanya terkadang dari sela-sela antar kancing terlihat belahan dada yang putih mulus, walaupun tidak terlalu besar membuat pikiranku melayang kemana-mana hingga di dalam lampu mulai padam kulihat penontonnya hanya 5 orang, itu pun berada di depan semua. Melihat wajahnya di kegelapan bioskop, aku tidak bisa konsentrasi menonton film. 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. pertama kuelus tangannya, kucium-cium tangannya yang lembut itu. Akhirnya kusentuh pipinya dan mulai kucium bibirnya. Mmh.. mengingat buah dadanya tadi birahiku bergejolak, tanganku mulai mengelus-elus pipinya kemudian turun. Kuelus-elus buah dadanya yang membuatku tak bisa tenang.Sementara bibirnya kulumat dalam-dalam, kurasakan dengan mata terpejam kenikmatan bibirnya itu, mulai lidah kami berpaut saat itu juga. Tiga kancing paling atas bajunya kubuka, tanganku pun mulai masuk ke dalam BH-nya. Wow.. kenyal dan kencang dengan puting susunya yang kenyal. Aku mulai memperdalam ciumanku, lidahku mulai kumainkan seiring dengan permainan jari-jariku di puting susunya. Ia mulai mendesah dengan nafas tak teratur, aEsMmh.. mmhh.. mmhh..aEt suara itu membuatku semakin bernafsu. Kuvariasikan gerakan tanganku dengan meremas buah dadanya. aEsMmmhh.. mhh.. sshh..aEt suara itu membuat batang kemaluanku semakin berdiri tegang. Saking tegangnya sehingga membuat batang kemaluanku sakit. Sambil kuperbaiki posisi dudukku, kusorongkan penutup BH-nya ke depan sehingga payudaranya menonjol. Kuarahkan mulutku ke puting buah dada Fei, kuhisap-hisap putingnya sambil sesekali kumainkan lidahku. aEsMmhh.. mhh..aEt Fei merasa geli-geli enak. Kuangkat BH-nya ke atas agar tanganku terbebas dari memegangi BH-nya. Buah dada yang telah mengencang itu mancung ke depan menantang untuk kuhisap.Sementara aku mulai menghisap buah dadanya, tanganku mulai memegang pahanya yang dingin karena udara AC bioskop tetapi makin ke dalam semakin terasa hangat. Dengan agak susah tanganku berusaha merayap ke sumber kehangatan itu. Wah.. masih sulit tanganku menjangkaunya, tampaknya Fei tahu akan hal itu. Dia mulai membuka pahanya dan tanganku pun mulai dapat merayap ke atas. Kusentuh selangkangannya yang berbalut CD. aEsHmm hangat..aEt aku ingin merasakan dalamnya.Dari tepi CD-nya jariku masuk ke liang kemaluannya yang ditumbuhi rambut itu terasa hangat dan lembut dengan lipatan-lipatan dan gumpalan-gumpalan. Tanganku mulai beraksi di tengah antara kedua lipatan itu, naik turun.. naik turun.. Fei mulai menggelinjang. Tidak berapa lama ia melepaskan tautan bibirnya di bibirku. Mulutnya terbuka, aEsAaahh.. ahh.. terus Rie.. ahh.. ahh.. ahh.. teruus.. aah..aEt pada saat itulah kurasakan sesuatu terjadi pada tubuhku. Aku merasa batang kemaluanku menegang sekali. Nafsuku meletup-letup, otot-ototku mengejang dan.. aEsAahhk.. aahhkk..aEt dan, aEsCrott.. croott..aEt kemaluanku pun muntah di dalam celana. Uhh.. enak sekali rasanya, segar.Sementara tanganku terus bergerak. aEsAaahh.. teruuss..aEt desah Fei sambil mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, aEsAaahkk.. terus..aEt sampai akhirnya badannya menegang dan ia menahan nafasnya beberapa saat, aEsMhh.. ahh..aEt dilepaskan nafasnya, kemudian ia menjauhkan tanganku dari liang kemaluannya. aEsKenapa..?aEt tanyaku berbisik. aEsEnaak lhoo.. tapi badan jadi lemes nih..aEt bisiknya. aEsYa udah.. kasian filmnya tuh tidak ditonton..aEt kataku. Kurasakan bagian celanaku yang basah terkena air maniku. Untung cuma bagian pinggang, jadi bisa kututup dengan baju, aman.Malamnya ia menelepon, menceritakan bagaimana rasanya dari pengalaman yang baru kami alami berdua di bioskop tadi. Sebelum kami menyudahi telepon, ia berkata, aEsRie.. besok kalau tidak ada rencana.. datang ke rumahku dong.. selama aku libur, si Siti (pembantunya) mau pulang kampung.. bantuin aku mengurusi rumah yaa!aEt aEsOke!aEt jawabku singkat sambil membayangkan skenario untuk besok.Esoknya aku pun datang jam 10-an. Setelah paman Fei pergi, sebab paman Fei tidak mau Fei pacaran denganku. Dia mau Fei pacaran sama laki-laki keturunan Tionghoa seperti semua keluarganya. Jadi ceritanya aku dan Fei backstreet-lah. Ketika aku datang, Fei masih memakai daster pink, tingginya di atas lutut. Ups, kemaluanku naik tinggi sekali, tampak sebagian pahanya yang mulus sekali, kakinya yang panjang putih bersih (tidak ada noda totol-totol sama sekali) dan betisnya yang aduhai. Kuperhatikan terus Fei dari atas ke bawah. Hei.. tepat di bagian dadanya ada yang menonjol sebesar kacang. Ups.. jangan-jangan dia tidak memakai bra nih. Aduh kemaluanku makin membludak ingin keluar dari sarangnya.aEsArie.. kamu sudah sarapan?aEt tanyanya. aEsUdah.. udah..aEt jawabku dengan suara bergetar yang kupaksakan keluar. aEsHei.. kenapa.. kamu sakit?aEt tanyanya lagi. aEsEnggak kok.. biasa, suara orang bangun pagiaEt, kataku. aEsKamu bantuin aku nyapu ya.. entar habis kamu nyapu.. aku ngepel..aEt katanya. aEsOkeaEt, kataku.Huuh.. menyapu, memikirkan menyapu kemaluanku jadi ciut lagi. Aku pun mulai menyapu, sedangkan Fei mencuci piring bekas sarapan. Selesai menyapu, aku membantu dia mengangkat ember untuk mengepel ke ruang depan. Dengan menggunakan gagang pel ia mulai mengepel lantai ruang depan, sementara aku memperhatikan kaki-kaki yang jenjang itu bagaikan menari-nari bersama tongkat pel. Kuperhatikan betis yang selama ini kupuja-puja itu, putih.. mulus, ingin aku menciumnya habis-habisan. Tiba-tiba klotak! Entah karena apa, tongkat pel itu terjatuh ke lantai. aEsAduhh..aEt Fei terkejut. aEsKenapa?aEt tanyaku. Fei hanya tersenyum dan kemudian dengan membelakangiku, ia menungging mengambil tongkat pel itu. Walah, daster yang tingginya sepaha itu bagian belakangnya terangkat ke atas. Tampak seluruh pahanya yang putih halus mulus itu dan yang membuat celanaku tiba-tiba sesak tampak selangkangan yang dibalut CD warna biru langit itu.Langsung aku meloncat ke arahnya. Kuelus dan kuciumi pahanya yang halus mulus itu. Begitu lembut, mmh. Fei masih dengan posisi menungging, kusibak dasternya sehingga tampak seluruh celana dalamnya, langsung dengan nafas memburu, kutarik celana itu ke bawah dan kujilati dan kucium pantat yang putih montok menantang itu di selangkangannya. Tampak bibir vertikal liang kemaluan Fei yang hitam tanpa bulu rambut? (padahal tadi malam masih ada loh bulunya). Kuusap dengan lembut bibir yang menggoda itu, lembut dan penuh kehangatan. Bibir tersebut bergerak-gerak seolah-olah berkata, aEsAyo.. cium aku.. isep aku.. jilat aku..aEt Langsung kuarahkan bibirku ke kemaluannya. Aroma kemaluannya yang khas menggodaku untuk mencium kemaluan Fei yang sejak tadi menungguku. Kumainkan lidahku di tengah-tengah bibir kemaluannya. aEsSsrrpp.. ssrrp.. ssrrpp..aEt kurasakan badan Fei bergetar keenakan. kuremas pahanya yang montok itu sambil terus kumainkan lidahku, aEsAahh.. ahh..aEt erang Fei.Tiba-tiba Fei berdiri, diciumnya bibirku yang basah dengan ganas seperti orang yang sudah berbulan-bulan tidak dapat jatah. aEsMmhh.. Mmmhh..aEt dimain-mainkannya lidahnya di dalam mulutku, enak sekali. Kemudian dengan sigap tangannya mulai melepaskan celanaku dan menyelipkan tangannya di CD-ku, aEsIhh.. gede amat..!aEt kejutnya sambil digosok-gosokkan tangannya di batang kemaluanku yang sudah sejak tadi membengkak. aEsUuhh.. enak..aEt diturunkannya CD-ku dan dikocoknya terus batang kemaluanku. Saking enaknya sampai seluruh otot tubuhku mengejang, aEsTeruss.. terussaEt, kulepaskan tautan bibirnya, aEsAahh.. ahh.. Feii.. terus Feii..aEt kataku sudah tidak tahan lagi. aEsAahh.. aah..aEt dan tak lama kemudian, aEsCroot.. croot.. croot..aEt akhirnya kemaluanku mengeluarkan air mani, diarahkan kemaluanku menjauh dari tubuhnya. Air maniku berceceran di lantai. aEsAaah.. enaknya.aEt.Kemudian kuangkat dasternya, tampaklah tubuhnya yang sudah telanjang bulat. Ampun deh bodinya, sudah putih, mulus, bagus, langsing, tinggi, pokoknya seperti wanita model. Batang kemaluanku pun berdiri lagi sedikit demi sedikit. Aku pun melepas segala yang melekat di tubuhku. Tubuhnya kujatuhkan ke sofa kemudian kaki Fei kukangkangi dan aku menimpa tubuh yang empuk itu. aEsGimana memekku? Tadi pagi aku cukur lho.. khusus buat kamu..aEt kata Fei. aEsHuuii.. Fei gadisku.. I love you..aEt mulai lagi kucium bibirnya dengan gemas. Mmmhh, tangan Fei menjalar ke bawah meremas-remas batang kejantananku. Kemudian menempelkannya ke bibir kemaluannya yang telah basah itu. Badanku pun kuangkat sedikit dengan siku kiriku sementara tangan kananku mulai mengobok-obok buah dadanya, begitu lembut dan kenyal. Kumainkan putingnya sekali-sekali. Mmmhh.. sementara itu lidah kami pun tak bisa diam merasakan keenakan ini, saling menjilati. Kemudian kuarahkan kepalaku ke buah dadanya. Kuciumi buah dadanya, kujilati, kumainkan putingnya dengan lidahku dan kusedot-sedot dengan sesekali kugigit-gigit kecil dengan gemas. Sementara jari telunjukku dan tengah mulai beraksi di liang kemaluannya. Kuusap-usap bibir kemaluannya yang telah licin dengan cairan kewanitaannya.Tak lama, segera aku bangun dan aku tidur di lantai. Kusuruh ia menindihku dengan kepalanya mengarah ke batang kemaluanku dan dengan kaki mengangkang, dan mengarahkan lubang kemaluannya yang telah memerah ke wajahku. aEsHmm.. srruupp.. sruupp..aEt aku mulai menjilat klitorisnya. Kujulurkan lidahku memainkan daerah sekitar klitorisnya, kujilat klitorisnya ke atas, ke bawah, ke atas, ke bawah. Fei menggelinjang keenakan, pantatnya pun bergerak mencari spot-spot yang enak. Ia ternyata jago menghisap batang kemaluanku.Sambil menghisap, sesekali dimain-mainkan lidahnya seperti anak kecil memainkan es krim. Kuvariasikan jilatan pada klitorisnya dengan sedotan. Kemudian bibir-bibir kiri dan kanannya yang hitam itu, kutarik-tarik daging lebih yang nikmat itu dengan sedotan bibirku. aEsSruup.. srupp..aEt Pinggul Fei bergerak-gerak terus, kadang ke kiri kadang ke kanan, ke atas, ke bawah begitu seterusnya sampai akhirnya ia tekan kemaluannya di mulutku. Hidungku ikut menempel di kemaluannya dan membuatku susah bernafas, dengan masih digoyang-goyangkan sambil mengerang panjang. aEsAahh.. aahh.. aa.. aahh..aEt tiba-tiba badannya berbalik dan ia menciumku bertubi-tubi, aEsAhh.. enaak Rie.. rasanya seperti melayang..aEt sambil terus menciumi mukaku. aEsEnak sih enak.. aku masih gantung nih..aEt Langsung kuangkat tubuhnya ke bibir sofa dan kukangkangkan kakinya. Kuusap-usap kemaluannya yang masih memerah dan bengkak itu dengan tanganku. Kucari-cari di mana lubangnya.Setelah beberapa saat kutekan-tekan, akhirnya kutemukan lubangnya. Pertama kucoba memasukkan jari kelingkingku, eh.. masuk. Kucoba jari manisku, masuk juga. Kukeluarkan jari manisku yang basah, kucoba masukkan batang kemaluan, aEsAaahh.. pelan-pelan.. sakit nih..aEt kata Fei meringis. Kucoba dorong dengan bantuan tanganku, tapi susah sekali masuknya sampai kemaluanku meleot-leot. Akhirnya kuminta tangannya memegangi batang kemaluanku dan tangan satunya melebarkan bibir kemaluan. Aku menahan pahanya agar tubuhnya tidak mundur-mundur. Mulai kudorong batang kemaluanku masuk ke lubangnya, Fei masih meringis tapi aku tidak peduli. Aku harus menembak, kutahan kuat-kuat tubuh Fei dan kusorongkan tubuhku. aEsSreep.. sreep.. bleess..aEt batang kemaluanku masuk tak bersisa.aEsKamu baik-baik aja?aEt tanyaku aEsAgak-agak pedih sih..aEt ringisnya. Aku mulai beraksi. Segera kumaju-mundurkan batang kemaluanku di lubang kewanitaannya. aEsAahh.. rasanyaa.. tidak terbayangkan.. itaE?s my first time Man!aEt pikirku. Fei pun beraksi dengan menggoyang-goyangkan pantatnya, hingga bibir-bibir kemaluannya seperti mengulum-ngulum batang kemaluanku.Kuhujam-hujamkan terus batang kemaluanku. Kulihat ekspresi muka Fei yang belum pernah kulihat sebelumnya dengan mata merem-melek. Bibir seksinya menganga mengeluarkan desahan-desahan yang semakin membuatku bergairah dan mempercepat gerakan batang kemaluanku maju mundur. aEsAahh.. ahghh..aEt aku pun ikut merem-melek. Kupindahkan tanganku dari pahanya dan mulai meremas-remas payudaranya yang mengeras. Goyangan-goyangan pinggul kami berkejar-kejaran dengan deru degup jantungku. Suara-suara erangan nikmat bercampur dengan suara gesekan batang kemaluanku dan liang kemaluan Fei yang telah banjir, mengaung ke seisi rumah yang sepi itu. Sampai akhirnya, aEsArriee.. aakuu.. nggaak kuu.. kuuat lagii.. aahh.. ahh.. aahh.. aaghh..aEt Sambil menahan nafasnya, Badan Fei mengejang dengan dada menukik ke atas dan tangan meremas sofa kulit itu. aEsCreet.. cret.. creet..aEt terasa keluar cairan dari dalam lubang kemaluannya. Segera kugenjot dengan hujaman-hujaman cepat ke lubang kemaluannya.Aku merasakan batang kemaluanku akan mengeluarkan mani. Segera kukeluarkan kemaluanku dan disambut dengan kocokan tangan Fei. aEsAah.. aahh.. aahh..aEt aku mengerang keenakan dan.., aEsCroot.. croot.. croot..aEt air mani keluar dari kemaluanku muncrat kemana-mana mengenai sofa dan lantai sampai tak bersisa lagi. aEsAaahh.. enaknya hidup iniaEt. Kurebahkan tubuhku ke sofa, kucium bibir Fei dengan lembut, aEsThankaE?s Fei.. I love you so muchaEt, sambil terus menciumi bibirnya. Segera setelah itu kubersihkan tubuhku di kamar mandi dan aku melanjutkan pekerjaan Fei yang terpotong tadi.. mengepel! Fei lelah kecapaian dengan tubuh ditutupi daster, ia beristirahat di sofa, wajahnya walaupun letih, tapi menampakkan rasa puas yang luar biasa.Semenjak itu, setiap hari (kecuali minggu), kami melakukan seks. Setelah pembantu Fei pulang, beberapa hari sekali kami melakukannya di rumahku (kalau sedang tidak ada orang) dan di Ancol. Agar air maniku tak tumpah ke dalam mobil, aku selalu memakai kondom. Masa-masa bahagia kami berakhir, setelah terdengar isu akan terjadinya kerusuhan pada bulan Mei. Fei beserta keluarga pamannya, pergi dari Indonesia pulang ke negeri China, rumahnya di Jakarta dijual. Semenjak itu aku tak pernah berjumpa lagi dengannya. Aku sangat kehilangan Fei, Fei lah cewek yang paling kusayang dan kucintai yang telah memberikan kepuasan lahir batin kepadaku.

TAMAT

[Cerita Dewasa] Cewek Maniak Seks



[Cerita Dewasa] Cewek Maniak Seks
www.mywebid.tk

Gue ini seorang cewek, umur gue sekarang kurang lebih 32 tahun, suami gue kerja di salah satu perusahaan pengeboran minyak lepas pantai milik perusahaan asing. Gue enggak mau tau apa kerjanya, soalnya yang gue pentingin cuma duitnye.Gue sering denger dari temen2 laki gue, kalo die tuh seminggu sekali kalau kedarat suka nyabo sama cewek2 yang disediakan khusus untuk karyawan eksekutif perusahaan mereka. Tapi.Gue juga doyan ngelesbong sama temen2 gue. Temen lesbong gue buanyaak banget, dari tukang pijit gue sampe babu gue pernah gue ajak maen, kadang2 gue juga doyan sama cowok yang masih muda, yang umurnye kira2 15 sampe 17 tahunan yang paling gue doyan. Soalnye mereka suka mokal2an kalo gue bugil didepan mereka, apalagi kalo gue suruh liat memek gue yang yang berbibir tebal kehitam2an, bagian dalam liang memek gue warnanya merah muda, masih lumayan seger, clit gue gede kayak kacang Garuda, warnanya coklat kehitaman, pokonya enak punya cut, bulu jembut gue jangan ditanya lebatnya, gue sayang banget sama jembut gue, soalnya diantara sohib2 lesbong nggak ada yang jembutnye selebat gue, walau pake CD, bulu itu berebutan keluar dari selangkangan. Makanya kalau gue lagi mau bikin bocah2 itu teler berat, gue suka singkapin rok gue supaya mereka bisa melihat CD tipis yang gue pakai. Biasanya mereka akan menelan ludah sewaktu memandang bayang2 jembut dibalik CD itu, bahkan kadang2 mereka bingung, koq jembut gue sampai luber keselangkangan. Terus gue akan kuak celana dalam gue lewat selangkangan, sehingga memek gue menyembul keluar, lalu gue sibak jembut gue dan gue buka bibir memek gue sampai lubang memek merah muda gue kelihatan, terus gue pilin2 itil gue sambil mengerang kayak kucing kebelet didepan mereka, kalo memek gue udeh becek, gue masukin jari2 gue kedalam pink hole gue, terus gue jilat lendir yang ber-leleran dijari gue, gue jilat dan isep2 didepan bocah2 itu, biasanya perbuatan gue itu membuat mereka ileran, sekali kali gue lumurin lendir gue kedalam mulut mereka atau ke- hidung mereka, at last bocah2 itu gue suruh isepin itil gue sampe gue konaq, ada juga yang belagu nggak mau, mereka bilang bau. Sialan .........memek gue baunye kan enak banget, temen2 lesbong gue aje pada berebutan buat nyedot lendir memek gue.Tapi yang gue paling happy kalo ngeliat bocah2 itu tersipu2 waktu gue sedot kontolnye, baru dua menit gue emut udeh ngecret, nggak pernah ada yang tahan sampe 3 menit, gue memang paling haly kalo suruh emut kontol atau emut memek. Doyan sich.......Sering juga gue kocok kontol mereka yang pada basah dengan menambahkan lendir memek gue, baru gue emut. Gue selalu meminum air mani bocah2 itu sampai habis, denger2 bisa bikin sehat. Ada yang peju-nya kental banget, berwarna putih dan bau air sumur, tapi gue nggak perduli, buat gue bau itu enak. Ada juga yang pejunya encer banget dan bening nggak berbau. Pernah ada satu bocah yang pejunya buanyaak banget, ngeceretnya ngak berhenti2, sehingga mulut gue sampai nggak muat, tapi gue isep terus sehingga peju anak itu luber keluar dari mulut gue, buru2 gue tampung sama celana dalamnya, setelah selesai baru gue jilatin lagi celana dalam bocah itu sampai bersih.Kalau mereka sudah loyo, gue akan bangunin lagi dengan cara bermain sendiri, bermasturbasi didepan mereka sambil menyedot2 keris mereka. Kontol remaja2 itu tidak ada yang gede, tapi ngacengnya lama, jadi gue suka banget waktu kontol itu masuk kedalam memek gue. Paling2 butuh 2 sampai 3 menit ulekan, langsung memek gue disemprot lagi sama peju mereka. Soalnya kata mereka memek gue mpot ayam, gue juga tau kalo goyangan dan cengkraman memek gue begitu dashyat, bahkan Gito suami gue, paling tahan 10 menit, sudah itu dia akan menarik keluar kontolnya lalu menjejalkan kedalam mulut gue atau lubang pantat gue.Gue punya babu 3 orang, semuanya gue seleksi dengan syarat harus bisa gue ajak lesbong.Babu yang paling tua si Siti, usianya 40 tahunan, tubuhnya agak gemuk tapi kencang, buah dadanya gede banget, puting susunya yang berwarna coklat tua juga besar, kulit tubuhnya berwarna gelap, hitam manis, memeknya udeh bergelambir, warnanya coklat tua, bagian dalam warnanya merah tua dan selalu becek, dia selalu memakai kebaya, sering gue angkat sarungnya dari belakang sampai pantatnya yang berwarna hitam itu menyembul lalu gue cubitin atau gue pukul2. Si Siti tidak boleh pakai celana dalam, itu perintah dari gue, sehingga setiap saat kalo gue angkat sarungnya langsung kelihatan memek maupun pantatnya. Pernah waktu doi lagi cuci piring, gue suruh angkat sarungnya lalu dari belakang gue sodok lubang pantatnya dengan terong yang bergerigi, dia menjerit jerit kesakitan sambil mencengkram meja dapur, menahan rasa nyeri, biasanya dia akan menaikkan sebelah kakinya keatas meja supaya lubang pantatnya lebih terbuka. Gue bisa mencapai orgasme kalau melihat adegan itu. Pernah juga pagi2 gue masukin timun kedalam memeknya, terus seharian dia tidak boleh melepas benda itu, jalannya ngangkang sambil kejang2, sorenya waktu gue cabut, lendir yang penuh di timun itu gue suruh dia jilat dibantu gue juga. Bau memeknya eksotis banget.Babu kedua namanya Sari, umurnya kira2 28 tahun. Berkulit coklat, rambutnya agak panjang sampai dada. Doi sudah kerja 1 tahun untuk kami. Wajahnya manis, tubuhnya agak tinggi tapi berisi, buah dadanya sedang tapi montok, yang gue suka puting susunya itu, warnanya merah muda dan kalo lagi ngaceng buseet menonjol banget. Gue doyan ngemut2 puting itu, gue gigit2 tapi sayang belum punya susu, soalnya belon pernah punya anak. Memek Sari bentunya indah sekali, pokoknya impian setiap laki2. Warnanya merah tua bagian luar, dan pink bagian dalam, lubang pantatnya juga berwarna merah tua. Si Sari paling doyan kalo disuruh masturbasi sendiri, beberapa alat gue ada di kamarnya.Sari tugasnya nyuci dan ngepel, kalo lagi nyuci gue suruh doi nyucinya jongkok sambil ngangkang, terus gue duduk dihadapannya sambil menjulurkan kaki menyentuh memeknya yang lembut. Gue cubit2 mememknya pakai jari kaki gue, terus gue selusupin kebalik celana dalamnya, gue kocok2 memeknya pakai jempol kaki gue, kadang2 gue tarik itilnya sampai doi kejang2 keenakan, kalo udeh gitu kami akan kekamar mandinya sambil berciuman, terus doi akan tiduran dilantai kamar mandi sambil masturbasi disertai rintihan2 eksotis yang bikin jantung gue berdegup keras, darah panas gue rasanya mau nyembur keluar. Kalo nafsu sedang memuncak gue suka kebelet kencing, nah biasanya gue akan berdiri diatas Sari terus gue kencingin mukanya, dan dengan lahap doi akan meminum air kencing gue. Gue juga doyan sama air kencingnya doi, sedaaap.....dan rasanya asin2. Lendir memeknya berwarna putih kayak air mani, kental dan lengket, baunya seduaaap banget, kalo lagi orgasme gue suruh doi jongkok diatas mulut gue, terus gue benamin mulut gue kedalam memeknya sambil menyedot dan menjilat bersih semua lendir doi. Doi akan menjerit2 sambil menjambak2 rambut gue.Nah suatu hari waktu laki gue lagi ngelaut, gue panggil babu gue yang ketiga, umur si Umi baru 16 tahun. Biar masih kecil tapi semua bagian tubuhnya udeh gue bikin dewasa. Rambutnya pendek seleher. Bibirnya yang paling eksotis, merekah merangsang, dan selalu basah. Buah dadanya lebih besar dan lebih kencang dari punya Sari, putingnya kecil berwarna merah muda, doi suka pakai rok pendek dan kaos oblong. Memeknya juga indah, itilnya juga kecil berwarna merah muda sampai kedalam2. Memek Umi becek terus sama dengan bibirnya. Lubang pantatnya paling oke, gue paling doyan ngejilat2 lubang itu, membuatnya menggelinjang2 kegelian. Gue gumulin die, gue suruh doi maenin itil gue pake semacam alat yang dibeli laki gue. Laki gue memang paling doyan beli alat2 buat memek gue, tiap pulang ada aje alat baru buat dipraktekin di memek gue. Gue juga paling doyan kalo memek gue dikerjain sama die, dulu pernah itil gue disetrum, setrumnya sudah diatur sedemikian rupa, tapi pertama kali sakitnya bukan main, lama2 enuaaak banget, sering alat penyetrum yang dicolok kelubang memek itu gue buat nyetrum lobang memek sama lobang pantat si Umi, sampe die menjerit2 histeris keenakan. Sekarang gue kembali ke si Umi yang lagi ngocokin memek gue pakai vibrator besar, yang bentuknya kayak timun juga penuh dengan duri2 karet yang menjuntai kebawah, kalo dimasukin ke dalam memek duri2 itu mengikuti lubang tapi waktu ditarik duri itu akan mengembang sehingga lobang memek gue kayak dikerok, semua lendir akan terbawa keluar menempel disela2 duri itu, nah setiap kali Umi menarik keluar gue menjerit keenakan, terus gue liatin alat itu dimasukin ke-mulutnya, semua lendir gue disedot abis. Alat satunya lagi khusus buat lubang pantat, bentuknya sama cuma agak melengkung dan durinya tidak bisa mengikuti lubang, agak kaku, sehingga kalo dimasukin buat yang pertama kali, sakitnya jangan dikata, tapi kalo udeh biasa, alat itu akan memberikan kenikmatan yang tak terkira, sampai bikin merinding, apalagi getaran alat itu begitu dasyat. Gue mengerang2 waktu si Umi memilin2 kacang gue sambil diemut2, mata Umi redup menikmati pekerjaannya, gue suruh Umi balik sehingga pantatnya menghadap gue. Mulailah gue kerjain lubang pantatnye dengan lidah gue, jari tangan gue masukin ke lubang memeknye, gue kobok2 lubang itu, Umi berteriak2 kecil, kadang2 merintih, kalo doi mau keluar, gue masukin lidah gue kedalam lubang memeknya yang berwarna merah muda. Memek Umi botak, sebab dulu gue cukur, supaya gampang ngerjain lubangnya, kalo nggak dicukur bulunya tebal banget, tapi sejak dicukur gue jadi rindu bau bulu memek Umi. Kembali dia ngecret dilidah gue, lendirnye asin dan bau pesing dikit, tapi enak, gue demen tuh yang rada jorok, dari pada yang namanye memek tapi baunye sabun, kan nggak lucu."Elo sekarang boleh juga jilatannya" Gue puji die. Umi tersipu2 sambil menjilati bibirnya yang penuh lendir memek gue. Gue tarik kepalanya terus gue jilat dan emut mulut si Umi, lidahnya menari2 membelit lidah gue, kami sama2 menikmati lendir gue."Mi,.sekarang elu nungging kayak si Tole (anjing gue), gue lagi nafsu nih sama lobang memek elu.nungging sambil ngangkang ye" Umi menuruti perintah gue. Sekarang pantat umi yang berkulit hitam manis itu mencuat keatas ranjang, gue bangun berlutut didepan lubang pantatnya yang berwarna kehitaman, ada bulu2 keriting yang mulai panjang, iseng2 gue cabut sejumput, si Umi menjerit keras."Aduuh ......sakit banget non, diapain lubang pantat Umi?? Umi merintih, tapi gue nggak perduli, gue memang sadis kalo lagi ngelesbong. Gue buka buah pantatnya Umi selebar2nya, sehingga lubang itu sekarang agak menganga, Umi mengerahkan tenaga, sehingga lubang itu makin besar, gue masukin lidah gue kedalam lubang itu, lalu gue jilat2 bagian dalam lubang pantatnya. Umi mengerang2 kegelian atau keenakan, tidak ada rasanya, gue colok memek Umi pake jari2 gue, terus gue masukin lendir dari memeknya ke lubang pantat itu."Aaaah non......enak sekali non, aduuh badan Umi rasanya kesetrum ........aduh noon mau keluarrrr....." Umi berteriak2 sambil menggoyang2kan pantatnya. Segera gue susupin kepala gue dari belakang, lalu gue pangut memek Umi, gue masukin hampir semua mulut gue kedalam lubang memeknya, lidah gue mencari2 lubang ngecretnya, itilnye gue gosok2 sama hidung gue. Diiringi jeritan dashyat Umi, gue rasakan cairan panas mengalir, warnanya putih kayak air mani, baunya enuaaak banget.........gue sedot sampai bunyi."Aduhhh non, terus jilat yang dalam, aaaaa......." Umi sekarang bekelojotan mengulek2 memeknya seolah2 gue kepala gue mau dimasukin kedalam lubang memeknya. Gue tahan rontaan doi.....tak berapa lama kemudian tubuhnya mengejang kaku sekali, kedua pahanya menjepit keras kepala gue, sekarang memek doi didorong ke hidung gue yang mancung, terus Umi kembali menjerit sambil mencengkram ranjang dan menekan dalam lubang memeknya ke hidung gue, gue megap2 napas melalui mulut, setelah itu Umi merintih kayak kucing, lemas. Gue masih menggosok2kan hidung gue yang penuh lendir memeknya ke itil berwarna merah muda itu. Bau memek Umi memang bikin mabuk kepayang." Mi......memek lu betul2 baunya merangsang bangeet.......sekali kali gue kenalin lu ama Bu Melly, dia paling doyan sama memek kayak elu" ."Janggan non.... Umi malu, cuma sama non Dita saja Umi mau begitu\\rdblquote Umi berkata sambil menghela napas, matanya meredup, gue sedot2 putting susunya yang berwarna merah tua itu, toketnya sedang tapi kencang, soalnye masih muda. Umi mengambil CD nya yang berwarna hitam, lalu diciumnya celana dalam itu."Waktu Bu Ana datang dua hari yang lalu, Umi mergokin Bu Ana lagi nyiumin celana dalam Umi di kamar mandi" Gue tersenyum kecut, Ana memang punya hobby koleksi CD bekas, pernah gue diminta jangan ganti celana dalam selama seminggu, gue cium......wuaah bau pesiing banget. Tapi si Ana nyiumin sampai meram melek, pas gue singkap gaunnya, terlihat lendir memeknya berleleran melekat di celana dalamnya, akhirnya gue tukar2an celana dalam sama dia."Bu Ana memang hobby koleksi celana dalam Mi\\rdblquote Jawab gue sambil membelai pipinya yang bersih. Dia memandang gue dengan sayu, lalu gue kecup bibirnya yang masih agak lengket bekas lendir. Terus gue ajak doi mandi sama2.Cerita ini ampe disini dulu, soalnya gue lagi mens jadi nggak nafsu terusin, bawaan gue mau marah terus, tunggu cerita gue yang lebih dashyat, soalnya dalam urusan sek mengesek, gue udeh mulaiin sejak masih sekolah di SMP kelas satu, dan punya seabrek pengalaman yang serem2. Byeee

TAMAT

[Cerita Dewasa] Bu Venny Istri Bosku



[Cerita Dewasa] Bu Venny Istri Bosku

Cerita ini terjadi ketika aku bekerja pada sebuah dealer otomotif di Jakarta. Ketika itu aku berumur 24 tahun. Pada saat pertama kali menjadi salesman kendaraan bermotor terutama jenis sedan, aku mulai mencari pelanggan di daerah pondok indah. Karena kendaraan yang aku jual termasuk kelas atas, maka tentunya lokasi ini yang paling cocok. Kebetulan aku diberitahu temanku , kalau temannya yang bekerja sebagai pilot sedang mencari kendaraan. Setelah diberi tahu rumah temanku tersebut, aku langsung meluncur menuju rumah yang dimaksud. Rumah tinggi dengan pagar berwarna hijau muda, demikian temanku memberikan tanda-tanda rumah tersebut. Aku segera memarkir kendaraanku di depan rumah. Bel kutekan, dan kemudian keluarlah seekor anjing herder menyambutku."Hhhrrr.... gukk.. ggukkk.... hrr...". Wah sempat ciut juga nyaliku. Kemudian tak berapa lama kemudian keluar seorang bapak memanggil berteriak..."Jeffry... jeffry... masukk...", katanya.Wah keren banget nama si anjing ini. Aku jadi inget temenku di kantor yang bernama jeffry, untungnya dia nggak gua ajak ke sini. Kalo gua ajak bisa- bisa marah sama yang punya anjing." Cari siapa pak?" tanya pak tua penjaga rumah." Pak Dedi ada?" tanyaku." Ada pak, lagi di dalam, silahkan masuk" katanya sambil membuka gerbang rumah.Kemudian akupun masuk dan duduk di teras rumah. Tak berapa lama kemudian seorang bapak yang kira - kira umurnya 35 tahunan, keluar dan menemuiku." Dedi " katanya sambil menyalamiku." Denny " kataku sambil balas menyalami." Ini pak, saya mau menawarkan mobil BMW yang seri..."" Oh ya ..saya sudah tau, saya udah ditelpon Diana kemaren " katanya memotong pembicaraanku." mm..oh ya..? .ini brosurnya pak.dan bapak bisa lihat - lihat spesifikasinya." kataku.Pak dedi menerima brosurku dan membacanya sekilas." Begini dik denny, saya mau ke Amerika selama 2 minggu ini, untuk urusan lanjutnya istri saya saja yang ke showroom" katanya.Kemudian dia memanggil istrinya..." Venn, sini bentar sayang....". Wah, mesra banget nih pak Dedi.Tak lama kemudian seorang wanita datang." Ini loh Venn, saya kan udah janji mau kasih hadiah ultah ke kamu, nah pak Denny ini yang dari showroom, nanti kamu yang urus semuanya yah, selama papa ke Amerika." Kata pak Dedi kepada istrinya."Ok pah" katanya sambil mengulurkan tangannya ke arahku."Venny.." katanya. Wah halus banget tangannya. Sebagai gambaran, Veny istri pak Dedy ini tingginya sekitar 160 an, body sexy , rambut sebahu, wajah cantik mirip bintang sinetron WG, umur sekitar 32 tahunan, dada sekitar 36B."Oh ya.kalo gitu , besok ibu saya persilahkan ke showroom kami" kataku sambil menyerahkan kartu namaku."Pak, saya mau permisi dulu, besok ibu kami tunggu di showroom " kataku sambil mejabat tangan pak Dedi.Dan akupun meluncur kembali mencari prospek yang lain.Selama dalam perjalanan pulang terbayang -bayang selalu wajah bu Venny yang cantik, bodynya yang sexy..mmmm..Tulait.tulait.tulait ..bunyi HP ku membangunkanku dari tidur. Wah udah jam 07.00 pagi."Selamat pagi, bisa bicara dengan pak Denny? " kata suara di seberang."Yah, saya sendiri..." kataku."Pak Denny, ini Venny, yang mau ke showroom bapak...nanti saya datang jam 10 an pagi yah..." kata suara merdu itu."Ok deh bu, saya tunggu nanti." jawabku kegirangan."Tapi pak, mm.... sopir saya lagi pulang kampung, dan pak Dedy sudah ke amrik tadi pagi, bisakah bapak kesini? Maaf ya pak, kalo tidak menganggu." katanya."Wah bener juga, ntar kalo mobilnya langsung dibawa siapa yang nyetir yah?" pikirku."Ok deh bu....saya segera ke sana " jawabku."Makasih pak, saya tunggu yah, bye " katanya. Kemudian telpon ditutup.Wah pucuk dicinta ulam tiba......Akupun segera mandi dan membawa kijangku menuju rumah bu Venny.Tak usah berpanjang lebar..akhirnya aku antar bu Venny menuju showrom."Pak Denny udah nikah?" tanyanya membelah kebisuan."Belum bu, Ibu udah berapa lama nikah sama pak dedy? Tanyaku"Ooo...belum toh, udah 6 tahun ini nikah sama pak dedy " katanya."Putranya berapa bu? " tanyaku. Bu venny terdiam sebentar."Belum punya dik,....habisnya bapak sering ke LN" katanya.Wah kasihan bu Venny ini, udah lama nikah belum punya anak juga, sering ditinggal pergi pasti kesepian, pikiranku udah mulai ngeres.Tak lama kemudian sampailah ke showroom, dan bu Venny jadi membeli mobil tersebut.Dua hari kemudian, sore hari saat aku pulang kantor, telpon berbunyi."Selamat sore dik Denny, bisa ke sini sebentar? Saya mau menanyakan surat- surat mobil yang kemaren" katanya."Memang kenapa bu? " jawabku."Yah kesini bentar aja dik, ibu tunggu loh" katanya."Baik bu " jawabku.Akupun langsung meluncur ke rumah bu Venny. Sampai di depan rumah pagar sudah terbuka, dan mobilku disuruhnya dimasukkan ke dalam saja, katanya banyak pencurian mobil akhir-akhir ini.Bu Venny menyilahkan aku masuk dan menutup pintu depan. Keadaan sepi saat itu, sepertinya tidak ada orang lagi di rumah itu.Kemudian bu Venny duduk di depanku. Dia mengenakan T- shirt, dan celana pendek. Tampak sangat cantik sekali sore itu. Dan tubuhnya harum sekali."Ini loh dik, Ini dulu pernah ganti warna yah mobilnya...? " katanya sambil merundukkan badan. Karena T-shirtnya longgar, kelihatan sepasang payudaranya yang menggantung, membuatku jadi tidak konsentrasi pada pertanyaannya."Mm....ehh..ya bu...ada apa bu?" kataku tergagap gara - gara liatin sepasang payudaranya yang keliatan."Wah di Denny kenapa? ini loh dik, mobil ini pernah ganti cat yah?" tanyanya mengulangi sambil tersenyum simpul."Oh.iya bu.....ini kebetulan dulu punya teman saya, memang pernah dicatulang, soalnya dia suka bosenan orangnya" kataku."Ohh...gitu yah...." katanya sambil manggut-mangut.."Dik Denny, sebenernya ibu cuma mau ngajak di Denny ke sini aja kok..ngakkeberatan kan nemenin ibu." katanya. Wah makin mengarah nih bu Venny."Nggak bu..." sambil menahan nafas. Kemudian bu Venny duduk di sampingku dan meremas tanganku."Panggil aja Venny....Denny punya pacar?" tanyanya sambil memegang pundakku.Wah makin panas nih , pikirku. "Udah , tapi barusan putus" kataku sekenanya.Kemudian kuberanikan meremas tangannya kembali."Venny kesepian yah...ditingal pak Dedy...emang udah berapa hari gak gituan? " tanyaku nekat."Ah...kamu nakal deh., udah sebulan ini....." katanya sambil tersenyum genit dan memegang pahaku. Wah makin nekat nih, pikirku. Jangan dilewatkan kesempatan ini bleh..... terdengar suara setan yang telah membelenggu diriku.Langsung kucium bibir Venny....aku lilit-lilit lidahnya dengan lidahku.Sepertinya diapun mengimbangi permainan lidahku di mulutnya. Kemudian aku mulai aku raba-raba payudaranya dari permukaan t-shirt yang dikenakannya."Den...pindah ke kamar aja yookk" ajaknya.Kamipun pindah ke kamar. Luas sekali kamarnya, ukurannya 6x6 m. Ada springbed, home theatre, dan kamar mandinya. Akupun sudah nggak tahan lagi untuk mengeksplorasi setiap jengkal tubuh Venny.kubuka kaos yang dikenakannya, langsung aku kulum dan jilatin putingnya yang sudah mengeras."Mmmm... mmmmm... mmmm.... hhsss.... aaahhhh... mmm" hanya desahan-desahan itu yang kudengar dari mulut veny. Kemudian aku mulai ciumin lehernya yang jenjang, tanpa meninggalkan sejengkal pun. Aku jilatin lagi putingnya sambil meremas pelan-pelan setiap sudut sudut payudaranya. Sambil dia berdiri aku jilatin pusernya. Vennypun kelihatan mulai tak tahan lagi, dia pegangi rambutku sambil mendesah - desah tak karuan. Kemudian aku rebahkan dia di springbed. " kamu buas banget deh den.....hhh" katanya sambil tersenyum genit.Kemudian aku angkat kakinya ke atas, aku jilatin jari - jari kakinya yang halus dan bersih, aku jilatin betisnya, sambil meraba - raba pahanya. Betisnya sangat halus dan terawat, begitupun dengan pahanya. Kemudian aku buka celana pendeknya , dan kangkangin kakinya membentukk huruf V. Wah ternyata dia nggak pake celana dalam. Kayaknya memang sudah persiapan buat ML. Kemudian aku jilatin jembutnya yang tipis dan rapi menghiasi kemaluannya ."Ahh Denn.... mmm... hhhh.... ahhhhh.... mmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Venny ketika kujilati memeknya. Kemudian aku jilatin bibir memeknya atas bawah bergantian dengan pelan dan pasti. Tak kusisakan sejengkalpun untuk mengeksplorasi bibir memeknya."Oohhhhhhh... mmmmm...... ahhhhh... dennyymmm.... sshhh... mm......:" hanya itu yang berkali kali terdengar dari mulut Veny.Aku jilatin clitorisnya sambil aku lilit dengan lidahku keras-keras."Ahhhh dennnn... laggiii... mmm..... dennnn.. ahhhh..." makin ngak jelas desahannya. Aku terus jilatin clitorisnya... aku masukkin jariku ke dalam memeknya dan aku keluar masukkin, sambil terus menjilatin clitorisnya." Ahhhh... mmmmm...... mm..ooohh... Dennnn.. aahhh..... kammu... apaiinnnn.. mmmemekku.... ohhhhh. " katanya sambil mendesah desah nggak karuan dan menggoyang goyangkan pinggulnya kiri kanan.Aku lebih intensifkan jilatanku dan diapun mulai memegang - megang kepalaku dan akhirnya........"Aahh.... denn... akkkuu....... nyammmpeee.. aaahh....... ahhhhhh.... mmm" katanya sambil membenam- benamkan mukaku ke memeknya. Terasa cairan membasahi lidahku........ dan kemudian dia bangun dari posisinya dengan wajah berkucuran keringat. Dan payudaranya pun mengkilap basah oleh keringat, membuatku makun terangsang."Denn.. kamu hebattt... belum pernah aku merasakan seperti ini" katanyasambil memelukku."Terima kasih yah Den, sering- seringlah kamari. Aku selalu menunggumu..." bisiknya.
----TAMAT-----

[Cerita Dewasa] Annie yang bergairah di Pesawat


[Cerita Dewasa] Annie yang bergairah di Pesawat

Ladies and gentlemen welcomeaboard flight SQ318 destination Los Angeles from Taipei. We will stop in Hawaii for a few moment to refill our fuel and continue to Los Angeles. The flight to Hawaii will take seven hours. So sit down and enjoy our flight entertainment. Dinner will be served at seven pm Taiwan time.Sekali lagi aku menguap. Perjalanan ini pasti membosankan pikirku. Aku melirik penumpang yang duduk di sebelahku. Wanita yang duduk di sebelahku cantik sekali. Kulitnya putih mulus, mukanya manis. Rambutnya dipotong pendek. Mukanya mengingatkanku akan sebuah karakter dalam kartun Jepang Amy dalam film Sailormoon. Mataku mulai berkeliaran, dadanya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil tapi kelihatan ketat dan tidak menunjukkan kekenduran sedikitpun. Bajunya putih ketat terbuat dari bahan yang elastis menunjukan lekukan tubuhnya yang sempurna. Perutnya datar dan pinggangnya yang melekuk sungguh aduhai. Tak kusadari dia melihat ke arahku. Kok ngeliatin kayak gitu sih Mas? Mukaku langsung merah padam menanggung malu. Aku gelagapan bilang, Maaf Non habis kamunya cakep sih.Di luar dugaan dia cuma tersenyum kecil. Sambil mengulurkan tangannya dia berkata, Nama saya Annie, nama kamu siapa? aku agak bengong sebentar tapi kemudian menjabat tangannya dan menjawab, Eh.. nama saya Jonathan. Tangannya lembut sekali. Pikiranku mulai ngeres. Wah enak sekali kalau yang dipegang itu kemaluanku.Kok jabat tangannya nggak lepas-lepas sih? aku tersentak lagi dan minta maaf. Aku mengambil majalah dan mulai membacanya untuk menutupi mukaku yang mulai merah menahan malu. Aku memang boleh dibilang jarang ada pacar walaupun aku boleh dibilang lumayan. Kalau masalah seks, aku sih personal experience masih belum ada, cuma masturbasi saja pernahnya. Aku sudah ngebet sekali nge-seks dengan cewek tapi sampai sekarang peruntungan masih belum ada.Eh kamu pernah sekolah di SMP **** (edited) bukan? tanyanya secara tiba-tiba. Kamu kok tahu? Tadi waktu ngeliat kamu rasanya aku pernah ngeliat kamu sih, apa lagi ngedenger nama kamu. Aku dulu pernah sekelas sama kamu. Tapi rasanya nggak ada yang namanya Annie di kelasku. Waktu itu aku belum ganti nama, waktu itu namaku Li Ruyin, inget nggak ?Aku seperti tersentak saja, si Li Ruyin itu pacar impianku, biarpun badannya tidak perfect tapi cantik sekali. Tapi cewek yang di depan mataku ini kelihatannya lain sekali, jauh lebih cantik. Oh kamu toh, gila, kamu beda banget. Kamu dulu kayak anak kecil saja, sekarang kayak bidadari saja, timpalku.Dia cuma tersipu saja, kemudian kami pun mulai menceritakan keadaan masing-masing. Ternyata setelah lulus SMP, dia pergi ke Kanada untuk belajar di sana. Dari Kanada, dia berjalan-jalan ke Taiwan dan dalam perjalanan balik ke Kanada tapi bakal tinggal di L.A untuk sementara. Sementara di Kanada, dia tidak ada cowok, katanya sih tidak ada yang mengejar dia. Gila, pikirku, cewek cakep, body perfect seperti dia tidak ada yang mengejar.Akhirnya makan malam pun mulai dihidangkan. Sebagai penumpang First Class, kami ditawari bermacam jenis arak dan anggur. Whisky please, ucapku kepada sang pramugari. Dia menuangkan segelas Whisky. Annie ternyata memilih untuk minum Brandy. Sewaktu makan malam dihidangkan, lampu mulai diredupkan. Tiba-tiba saja aku ada rasa untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya yang tak tersampaikan sewaktu di Surabaya.Yin, aku mau tanya nih tapi kamu jangan kaget ya Sambil tetap mengunyah dia menoleh ke arahku dan mengangguk. Yin, aku waktu di **** (edited) dulu udah mulai suka sama kamu, tapi tidak ada kesempatan dan keberanian. Jon, kamu mah gombal, jawabnya sambil meminum Whisky-nya. Yin, yang mau aku tanyain, kalau misalnya aku ngejar kamu gimana? Tergantung, jawabnya polos.Aku tidak banyak tanya lagi, kata tergantung sudah membuatku hilang semangat dan putus asa. Akhirnya piring kami diambil kembali dan waktu telah agak malam dan aku sudah kepingin tidur. Aku minta selimut kepada pramugari pesawat itu dan Annie pun juga minta selimut. Tapi pramugarinya kembali dan memberitahu kalau selimutnya tinggal satu saja tapi selimut ini cukup untuk dua orang.Akhirnya aku dan Annie share selimut itu dan tempat menaruh tangan di tengah kuangkat. Aku masih tidak bisa tidur, memikirkan si Annie. Bagiku kata tergantung adalah sebuah tolakan halus yang menyakitkan. Pernah aku menunggu jawaban seorang cewek yang memberi kata tergantung tetapi ternyata dia sudah punya pacar. Tiba-tiba saja aku merasakan kepala Annie di pundakku, rupanya dia tertidur dan tidak sengaja. Aku tatap wajahnya yang manis dan cakep itu. Bibir imutnya seakan menggodaku untuk menciumnya. Tetapi aku berhasil menahan nafsuku dan mulai membetulkan dudukku.Aku menoleh lagi, seakan aku ingin sekali melihati dia terus. Akhirnya tanpa peduli resiko, tanganku, kutaruh di pinggangnya sementara tangan satunya kutaruh di belakang kepalanya dan kucium bibirnya. Tanpa diduga, lidahnya mulai menerobos bibirku dan akhirnya lidah kami berduel di dalam mulut kami. Tangannya menarikku supaya lebih dekat. Akhirnya kami beristirahat untuk mengambil nafas.Yin, apa sih maksudmu tergantung? Maksudku, tergantung kamu mau nggak ngejar aku. Kalau kamu mau, sih aku terima saja.Aku tercengang, ternyata tadi dia cuma main hard-to-get. Kucium dia sekali lagi tapi kali ini aku mulai ciumi juga lehernya dan kupingnya. Tanganku juga mulai masuk ke dalam bajunya yang ketat itu. Akhirnya tanganku mulai menyentuh bagian dasar payudaranya, dengan satu gerakan mulus, tanganku mulai menggenggam payudaranya yang lentur itu. Pentilnya yang sudah berdiri itu kumainkan dengan ibu jariku. Dia cuma mendesah kecil. Dia melepas ciuman kami dan di bawah selimut yang hangat itu dia melepaskan kaos dan BH-nya. Penumpang lain sudah tidur dan kami duduk di kursi paling belakang, sehingga tidak ada yang dapat melihat ataupun menduga apa yang kami lakukan.Setelah itu kami pun mulai melanjutkan permainan kami yang gila ini. Tanganku mulai meraba masuk celananya tak dapat dikira, ternyata dia tidak memakai celana dalam. Tanganku mulai menelusuri hutan kemaluannya dan akhirnya menemukan klitorisnya yang juga telah berdiri seperti pentil payudaranya. Sewaktu tanganku menyentuh klitorisnya, dia bergetar sedikit. Kubenamkan kepalaku di bawah selimut dan dengan lahapnya kuhisap dan kujilat pentilnya sementara tanganku sibuk bermain dengan klitoris dan liang kemaluannya. Desahannya mulai agak cepat dan aku mulai takut ketahuan dan tertangkap. Jadi kucium dia sambil tanganku tetap bermain di kemaluannya. Akhirnya dia mendapat klimaks dan jeritannya cuma terdengar dalam mulutku. Ledakan klimaksnya sangat dahsyat dan tanganku dibanjiri oleh air bah klimaksnya seolah-olah seperti bendungan pecah keluar dari liang kemaluannya. Celananya kini pun telah basah oleh air klimaksnya.Tanganku yang untuk pertama kalinya bermain dengan kemaluan cewek ini mulai pegal. Akhirnya kubetulkan posisi dudukku dan kupeluk dia. Dia memakai kembali kaosnya dan bersandar pada dadaku. Jon, kamu belum puas kan, aku puasin yah? Aku mulai gelagapan, jangan-jangan si Annie mau main di pesawat. Aku tidak mau menanggung malu kalau ketahuan orang-orang, jadi aku bilang, Yin, kamu keliatannya capek, kamu istirahat saja, kamu kalau mau puasin aku boleh saja tapi nanti saja.Akhirnya pesawat kami tiba di Honolulu, Hawaii untuk mengisi bahan bakar. Kami diperbolehkan menunggu di dalam pesawat ataupun turun pesawat dan melihat-lihat keadaan Hawaii dari ruang tunggu. Aku dan Annie turun pesawat dan ke ruang tunggu. Kami punya 2 jam untuk jalan-jalan.Yin, kita mau ngapain? tanyaku sambil menggandeng tangannya bak sepasang kekasih. Kamu maunya apa? jawabnya sambil memberikan senyuman seribu arti.Waktu masuk, aku melihat ada iklan hotel dalam airport. Kuajukan saranku untuk beristirahat di dalam hotel. Annie setuju saja dan kami memesan satu kamar. Sesampai di kamar, aku langsung merebahkan diri di ranjang setelah melepas kaos dan sepatu serta kaos kakiku. Annie berdiri di depan ranjang dan menyalakan TV, acara yang ditayangkan adalah MTV. Dia berjalan pelan mendekati ranjang tanpa melepaskan kontak mata. Pinggulnya bergerak ke kiri dan kanan dengan seksinya. Dengan gerakan yang mulus, dia mulai berdansa dengan seksinya. Satu persatu pakaiannya dilepas hingga badannya tidak terbungkus sehelai kain pun. Batang kemaluanku sudah tegang dan keras seperti baja. Perlahan-lahan dia naik ke ranjang. Dengan kedua lututnya, dia menopang badannya dan dia mulai menunduk dan menyingkapkan selimut ranjang yang kupakai. Sabukku dilepasnya dan celanaku ditarik sampai ke lutut. Batang kemaluanku sudah sangat menonjol dan kepalanya keluar dari bagian atas celana dalamku. Kutendang celanaku ke lantai. Celana dalamku dipelorotnya dan mulutnya yang kecil itu mulai mengulum batang kemaluanku. Semua itu dilakukannya tanpa melepaskan kontak matanya dari mataku. Gerakan mulutnya yang naik turun diiringi dengan sedotannya yang keras sungguh membuat nafsuku meledak. Pinggulku, kugerakkan naik turun seirama dengan naik turun mulutnya.Kepalanya kupegang dan setiap kali kepalanya turun, kudorong kepalanya serendah mungkin agar seluruh batang kemaluanku ditelannya sedalam mungkin. Akhirnya klimaksku mulai mendaki naik dengan tajam, gerakan mulutnya pun mulai cepat dan hisapan-hisapannya semakin keras. Yin, aku mau keluar nih, kalau kamu nggak lepasin entar aku bakal nyemprot di mulut kamu nih ucapku.Dia tidak menggubris peringatan yang kuberikan, bahkan gerakannya makin dipercepat. Ohhh yesss arghhh Aku menjerit keras. Aku seolah melayang di dimensi keempat dan kenikmatan yang kudapat tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata sewaktu aku menyemprotkan spermaku di dalam mulutnya yang mungil itu. Seluruh spermaku ditelannya dan batang kemaluanku dijilatinya agar tidak ada setetes sperma pun yang bakal tertinggal.Dia memandangku dan bertanya, Gimana, aku hebat nggak? Hebat? Apa saja yang dilakukannya sangat hebat dan mungkin dia penjilat kemaluan laki-laki yang terbaik di dunia. Aku tidak tahu berapa tahun dia latihan dan berapa batang kemaluan yang telah dia hisap.Yin, aku nggak tahu gimana bilangnya, kamu bukan hebat lagi, kamu the best. Jon, aku tahu kamu cuma basa basi saja. Tadi itu pertama kali aku nyoba ngisep kontol orang loh.Yang bener saja, aku tidak percaya Yin. Masa aku cowok pertama yang kamu isep. Okay deh Jon, aku ceritain deh. Aku dulunya ada banyak cowok, tapi semua tidak cocok. Tiap kali aku sama cowok-cowokku yang dulu dating, kami sampai petting. Terus? Yah, waktu sampai heavy petting, kusuruh cowokku ngisep aku tapi tidak ada yang mau. Jadi satu persatu aku putusin. Nah apa hubungannya sama kamu ngisep aku? Aku sayang sama kamu Jon, alasan kedua aku putusin cowok-cowokku yang dulu sebab aku tidak bisa ngelupain kamu. Aku masih inget waktu itu aku diganggu sama orang jahat di dekat Mal Galaxy, kamu ngebantu aku. Kalau nggak ada kamu aku nggak tahu bakalan gimana. Sejak waktu itu aku mulai suka sama kamu.Hatiku mulai tersentuh dengan ucapannya itu. Kupeluk dia dan kucium bibirnya. Ciumanku mulai menjalar ke pipinya, kupingnya, dagunya dan lehernya. Tak berapa lama, ciumanku sampai ke buah dadanya. Sambil kucium dan kujilat pentil buah dadanya yang mulai keras dan tegak, tanganku menelusuri perutnya, hutannya dan akhirnya jariku masuk ke dalam liang kemaluannya. Dia mulai mendesah kecil. Tangannya mengelus kepalaku dan rambutku. Ciumanku mulai menurun ke bawah sampai ke liang kemaluannya. Klitorisnya yang telah berdiri tegak terlihat jelas. Kujilat sekali dan efeknya sangat dahsyat. Jeritan-jeritan kenikmatan mulai keluar dari mulutnya. Sambil jariku keluar masuk lubangnya yang sempit itu, kujilati klitorisnya dengan penuh semangat. Bau odor seks yang keluar dari kemaluannya terasa harum di hidungku, menambah semangatku. Jilatanku keras dan cepat. Irama sodokan jariku kupercepat dan kuperlambat, membuat Annie menggeliat dan menjerit keenakan.Jon, kontolmu Jon, masukin donk Yin, kamu udah pernah belum? Kok nanya sih? Pasti belum lah! Yin, pertama kali bakal sakit loh. Gini saja Yin, aku tiduran di ranjang and kamu mengangkang di atasku, terus kamu saja yang masukin agar kamu enak. Kalau gitu, semua kamu yang ngatur. Kalau sakit diem, kalau udah biasa masukin lagi. Suka-suka kamu deh.Akhirnya dia pun mengangkang di atas batang kemaluanku dan berat badannya ditopang dengan lututnya. Perlahan-lahan dia menurunkan badannya. Tangannya memegang batang kemaluanku dan diarahkannya ke dalam liang kemaluannya. Liang kemaluannya sempit sekali. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku ditelan lubang kemaluannya. Kurasakan ada hambatan di depan batang kemaluanku, rupanya dia masih benar-benar perawan.Yin, waktu hymen kamu pecah kamu pasti ngerasain sakit jadi kamu kerasin saja agar sekali langsung masuk. Dia menurut anjuranku dan menggunakan seluruh berat badannya dan gravitasi, dia menurunkan badannya. Pada saat yang sama, kuangkat lututku untuk menopang badannya. Jeritannya menggema di dalam kamar yang kecil itu dan seprei ranjang diremasnya kuat-kuat.Kami beristirahat sebentar, agar liang kemaluannya bisa beradaptasi dengan adanya batang kemaluanku di dalam liang kemaluannya. Setelah kurang lebih 3 menit, kutidurkan dia di ranjang. Kedua kakinya di pundakku dan aku bertanya, Yin, aku mulai ya? Iya Jon, tapi jangan sakiti aku. Tenang kalau sakit bilang saja, aku pasti stop.Pinggulku mulai kugerakan maju mundur dan jariku bermain dengan klitorisnya. Irama sodokanku dimulai dengan irama yang pelan, dan irama itu terkadang kupercepat. Erangan kenikmatan menggema di dalam kamar. Annie telah klimaks dua kali selama irama ini kupermainkan. Akhirnya klimaksku pun telah mendekat. Iramanya kupercepat dan Annie pun mengikuti iramaku dan menarik tanganku agar batang kemaluanku bisa masuk sedalam mungkin. Pas sebelum aku klimaks, kurasakan dinding lubang kemaluan Annie mengeras dan mencengkeram batang kemaluanku dengan kuatnya dan dia pun mendapatkan klimaksnya sekali lagi. Tidak lebih dari dua detik, aku pun menyemprotkan spermaku di dalam liang kemaluannya.Badan kami penuh keringat dan aku pun berbaring di sebelah Annie. Kami kembali berpakaian dan bergegas menuju pesawat, sebab kami hanya ada sepuluh menit sebelum pesawatnya 

TAMAT

[Cerita Dewasa] ABG Tetangga Nikmat


[Cerita Dewasa] ABG Tetangga Nikmat

Minggu sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung sejak kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa berdenyut- denyut bagian pucuknya. "Wah gawat gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian", gumamku.Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi ketika ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdenyut-denyut. Nah, belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin. Salah-salah bisa ketularan HIV yang belum ada obatnya sampai sekarang. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas kini adik kecilku uring- uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali harus nancap. "Sekarang minta jatah..". Sambil terus berusaha menenangkan diri, aku duduk- duduk di teras depan membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh.Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks aku mengalihkan pandangan ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat. "Selamat sore Om. Tante ada?""Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung sampai lusa. Ada apa?""Wah gimana ya..""Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada keperluan apa", kataku ramah.ABG berusia sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di kursi kosong sebelahku. "Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu", tuturku sambil menelusuri badan gadis yang mulai mekar itu."Anu Om, Tante janji mau minjemi majalah terbaru..""Majalah apa sich?", tanyaku. Mataku tak lepas dari dadanya yang tampak mulai menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih."Apa saja. Pokoknya yang terbaru"."Oke silakan masuk dan pilih sendiri".Kuletakkan surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti. "Cari sendiri di rak bawah televisi itu", kataku, kemudian membanting pantat di sofa.Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya sangat bagus untuk ABG seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya putih bersih. Ah betapa asyiknya kalau saja bisa menikmati tubuh yang mulai berkembang itu."Nggak ada Om. Ini lama semua", katanya menyentak lamunan nakalku."Ngg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana" Selama ini aku tak begitu memperhatikan anak itu meski sering main ke rumahku. Tetapi sekarang, ketika penisku uring- uringan tiba-tiba baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah mangga telah mulai mengkal. Mataku mengikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, " inilah kesempatan bagi penismu agar berhenti berdenyut- denyut. Tapi dia masih kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang penting birahimu terlampiaskan".Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-pelan."Sudah ketemu Ren?" tanyaku."Belum Om", jawabnya tanpa menoleh."Mau lihat CD bagus nggak?""CD apa Om?""Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini."Gadis itu tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang. Aku memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan televisi kamar."Film apa sih Om?""Lihat saja. Pokoknya bagus", kataku sambil duduk di sampingnya. Dia tetap tenang- tenang tak menaruh curiga."Ihh..", jeritnya begitu melihat intro berisi potongan-potongan adegan orang bersetubuh."Bagus kan?""Ini kan film porno Om?!""Iya. Kamu suka kan?"Dia terus ber-ih.. ih ketika adegan syur berlangsung, tetapi tak berusaha memalingkan pandangannya.Memasuki adegan kedua aku tak tahan lagi. Aku memeluk gadis itu dari belakang."Kamu ingin begituan nggak?" , bisikku di telinganya."Jangan Om" , katanya tapi tak berusaha mengurai tanganku yang melingkari lehernya.Kucium sekilas tengkuknya. Dia menggelinjang."Mau nggak gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak lo..""Tapi.. tapi.. ah jangan Om." Dia menggeliat berusaha lepas dari belitanku. Namun aku tak peduli. Tanganku segera meremas dadanya. Dia melenguh dan hendak memberontak."Tenang.. tenang.. Nggak sakit kok. Om sudah pengalaman.."Tangan kananku menyibak roknya dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku mulai bermain di sekitar vaginanya, dia mengerang. Tampak birahinya sudah terangsang. Pelan-pelan badannya kurebahkan di ranjang tetapi kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi segera mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam."Ohh.. ahh.. jangan Om", erangnya sambil berusaha merapatkan kedua kakinya. Tetapi aku tak peduli. Malah celana dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas. Aku terpana melihat pemandangan itu. Pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya juga mungil. Tak menunggu lebih lama lagi, bibirku segera menyerbu vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk- aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan mengerang keenakan. Bahkan kemudian kakinya menjepit kepalaku, seolah- olah meminta dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi.Oke Non. Maka lidahku pun makin dalam menggerayangi dinding vaginanya yang mulai basah. Lima menit lebih barang kenikmatan milik ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung paling tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul kemudian BH hitamnya berukuran 32. Setelah kuremas- remas buah dadanya yang masih keras itu beberapa saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan mencium putingnya yang kecil."Ahh.." keluh gadis itu. Tangannya meremas- remas rambutku menahan kenikmatan tiada tara yang mungkin baru sekarang dia rasakan."Enak kan beginian?" tanyaku sambil menatap wajahnya."Iii.. iya Om. Tapi..""Kamu pengin lebih enak lagi?"Tanpa menunggu jawabannya aku segera mengatur posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang pasrah. Penisku pun sudah tak sabar lagi mendarat di sasaran. Namun aku harus hati- hati. Dia masih perawan sehingga harus sabar agar tidak kesakitan. Mulutku kembali bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang telah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Beberapa saat kugesek-gesekkan sampai Renny makin terangsang. Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurkan sehingga makin melesak ke dalam. Butuh waktu lima menit lebih agar kepala penisku masuk seluruhnya. Nah istirahat sebentar karena dia tampak menahan nyeri."Kalau sakit bilang ya", kataku sambil mencium bibirnya sekilas. Dia mengerang. Kurang sedikit lagi aku akan menjebol perawannya. Genjotan kutingkatkan meski tetap kuusahakan pelan dan lembut. Nah ada kemajuan. Leher penisku mulai masuk. "Auw.. sakit Om.." Renny menjerit tertahan. Aku berhenti sejenak menunggu liang vaginanya terbiasa menerima penisku yang berukuran sedang. Satu menit kemudian aku maju lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.. "Ouu..", dia menjerit lagi. Aku merasa penisku menembus sesuatu. Wah aku telah memerawani dia. Kulihat ada sepercik darah membasahi sprei.Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Setelah agak tenang aku mulai menggenjot anak itu. "Ahh.. ohh.. asshh..", dia mengerang dan melenguh ketika aku mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya pun makin keras. Mendengar itu aku makin bernafsu menyetubuhi gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya adalah ketika kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku."Nggak sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?""Ouu enak sekali Om.." Sebenarnya aku ingin mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi kupikir untuk kali pertama tak perlu macam-macam dulu. Terpenting dia mulai bisa menikmati. Lain kali kan itu masih bisa dilakukan.Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya. Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh beruntung aku ini."Gimana? Betul enak seperti kata Om kan?" tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai setelah sama- sama mencapai klimaks."Tapi takut Om..""Nggak usah takut. Takut apa sih?""Hamil"Aku ketawa. "Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong" Kuelus- elus rambutnya dan kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas bisa meredakan adik kecilku."Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti kita belajar berbagai gaya lewat CD"."Kalau ketahuan Tante gimana?""Ya jangan sampai ketahuan dong" Beberapa saat kemudian birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa nikmatnya memerawani ABG tetangga.

TAMAT

[Cerita Dewasa] Gadis Salon

Rabu, 27 Februari 2013


[Cerita Dewasa] Gadis Salon

Cerita ini berawal dari ajakan seorang temanku untuk potong rambut di sebuah salon yang letaknya di sekitar Universitas **** (edited) Jakarta pada awal bulan Februari lalu. Maafkan, andai aku tidak dapat menulis dengan baik. Aku baru tahu bahwa sudah rahasia umum semua wanita yang bekerja di salon itu bisa diajak kencan. Pada hari Sabtu yang telah kami sepakati dengan teman dia, dan kami janjian ketemu di salon itu jam 13:00. Aku pun meluncur ke salon itu untuk potong rambut, sejenak aku melirik jam tangan, terlihat jam satu kurang beberapa menit saja dan kuputuskan untuk masuk. Seperti halnya salon-salon biasa, suasana salon ini normal tidak ada yang luar biasa dari tata ruangnya serta kegiatannya. Pada pertama kali aku masuk, aku langsung menuju ke tempat meja reception dan di sana aku mengatakan niat untuk potong rambut. Dikatakan oleh wanita cantik yang duduk di balik meja reception agar aku menunggu sebentar sebab sedang sibuk semua. Sambil menunggu, aku mencoba untuk melihat-lihat sekitar siapa tahu ada temanku, tapi tidak terlihat ada temanku di antara semua orang tersebut. Mungkin dia belum datang, pikirku. Kuakui bahwa hampir semua wanita yang bekerja di salon ini cantik-cantik dan putih dengan postur tubuh yang proporsional dan aduhai. Kalau boleh memperkirakan umur mereka, mereka berumur sekitar 20-30 tahun. Aku jadi teringat dengan omongan temanku, Hanni, bahwa mereka bisa diajak kencan. Namun aku sendiri masih ragu sebab salon ini benar-benar seperti salon pada umumnya. Setelah beberapa menit menunggu, aku ditegur oleh reception bahwa aku sudah dapat potong rambut sambil menunjuk ke salah satu tempat yang kosong. Aku pun menuju ke arah yang ditentukan. Beberapa detik kemudian seorang wanita muda nan cantik menugur sambil memegang rambutku. Mas, rambutnya mau dimodel apa? katanya sambil melihatku lewat cermin dan tetap memegang rambutku yang sudah agak panjang. Mmm dirapiin aja Mbak! kataku pendek. Lalu seperti halnya di tempat cukur rambut pada umumnya, aku pun diberi penutup pada seluruh tubuhku untuk menghindari potongan-potongan rambut. Beberapa menit pertama begitu kaku dan dingin. Aku yang diam saja dan dia sibuk mulai motong rambutku. Sangat tidak enak rasanya dan aku mencoba untuk mencairkan suasana. Mbak udah lama kerja di sini? tanyaku. Kira-kira sudah enam bulan, Mas ngomong-ngomong situ baru sekali ya potong di sini? sambungnya sambil tetap memotong rambut. Iya kemarenan saya lewat jalan ini, terus kok ada salon, ya udah dech, saya potong di sini. Ini juga janjian sama temen, tapi mana ya kok belum datang? jawabku sedikit berbohong. Ooo.. jawabnya singkat dan berkesan cuek. Hei terdengar suara temanku sambil menepuk pundak. Eh elo baru dateng tanyaku. Iya nih tadi di bawah jembatan macet, mmm gue potong dulu yach.. jawabnya sambil berlalu.Ngobrol punya ngobrol, akhirnya kami dekat, dan belakangan aku tahu Stella namanya, 22 tahun, dia kost di daerah situ juga, dia orang Manado, dia enam bersaudara dan dia anak ketiga. Kami pun sepakat untuk janjian ketemu di luar pada hari Senin. Untuk pembaca ketahui setiap hari Senin, salon ini tutup. Setelah aku selesai, sambil memberikan tips sekedarnya, aku menanyakan apakah ia mau aku ajak makan. Dia menyanggupi dan ia menulis pada selembar secarik kertas kecil nomor teleponnya. Sambil menunggu Hanni, aku ngobrol dengan Stella, aku sempat diperkenalkan oleh beberapa temannya yang bernama Susi, Icha dan Yana. Ketiganya cantik-cantik tapi Stella tidak kalah cantik dengan mereka baik itu parasnya juga tubuhnya. Susi, ia berambut agak panjang dan pada beberapa bagian rambutnya dicat kuning. Icha, ia agak pendek, tatapannya agak misterius, dadanya sebesar Stella namun karena postur tubuhnya yang agak pendek sehingga payudaranya membuat ngiler semua mata laki-laki untuk menikmatinya. Sedangkan Yana, ia tampak sangat merawat tubuhnya, ia begitu mempesona, lingkar pinggangnya yang sangat ideal dengan tinggi badannya, pantatnya dan dadanya-pun sangat proporsional.Akhirnya kami ketemu pada hari Senin dan di tempat yang sudah disepakati. Setelah makan siang, kami nonton bioskop, filmnya Jennifer Lopez, The Cell. Wah, cakep sekali ini orang, batinku mengagumi kecantikan Stella yang waktu itu mengenakan kaos ketat berwarna biru muda ditambah dengan rompi yang dikancingkan dan dipadu dengan celana jeans ketat serta sandal yang tebal. Kami serius mengikuti alur cerita film itu, hingga akhirnya semua penonton dikagetkan oleh suatu adegan. Stella tampak kaget, terlihat dari bergetarnya tubuh dia. Entah ada setan apa, secara reflek aku memegang tangan kanannya. Lama sekali aku memegang tangannya dengan sesekali meremasnya dan ia diam saja.Singkat cerita, aku mengantarkan dia pulang ke kostnya, di tengah jalan Stella memohon kepadaku untuk tidak langsung pulang tapi putar-putar dulu. Kukabulkan permintaannya karena aku sendiri sedang bebas, dan kuputuskan untuk naik tol dan putar-putar kota Jakarta. Sambil menikmati musik, kami saling berdiam diri, hingga akhirnya Stella mengatakan, Mmm Will, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, memang semua ini terlalu cepat, Will aku suka sama kamu katanya pelan tapi pasti. Seperti disambar petir mendengar kata-katanya, dan secara reflek aku menengok ke kiri melihat dia, tampaknya dia serius dengan apa yang barusan ia katakan. Dia menatap tajam. Apa kamu sudah yakin dengan omonganmu yang barusan, Tel? tanyaku sambil kembali konsentrasi ke jalan. Aku nggak tau kenapa bahwa aku merasa kamu nggak kayak laki-laki yang pernah aku kenal, kamu baik, dan kayaknya perhatian and care. Aku nggak mau kalo setelah aku pulang ini, kita nggak bisa ketemu lagi, Will. Aku nggak mau kehilangan kamu, jawabnya panjang lebar. Mmm kalo aku boleh jujur sich, aku juga suka sama kamu, Tel tapi kamu mau khan kalo kita nggak pacaran dulu? tegasku. Ok, kalo itu mau kamu, mmm boleh nggak aku sun kamu, bukti bahwa aku nggak main-main sama omonganku yang barusan? tanyanya.Wah rasanya seperti mau mati, jantungku mau copot, nafas jadi sesak. Edan ini anak, seperti benar-benar! Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali. Sekarang? tanyaku sambil menatap matanya, dan dia menganguk pelan. OK, kamu boleh sun aku, jawabku sambil kembali ke jalanan. Beberapa detik kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi untuk memberi sebuah sun di pipi kiriku. Diberilah sebuah ciuman di pipi kiriku sambil memeluk. Lama sekali ia mencium dan ditempelkannya payudaranya di lengan kiriku. Ooh, empuk sekali, mantap!Payudaranya yang cukup menantang itu sedang menekan lengan kiriku. Edan, enak sekali, aku jadi terangsang nih. Secara otomatis batang kemaluanku pun mengeras. Dengan pelan sekali, Stella berbisik, Will, aku suka sama kamu, dan ia kembali mencium pipiku dan tetap menekan payudaranya pada lengan kiriku. Konsentrasiku buyar, sepertinya aku benar-benar sudah terangsang dengan perlakuan Stella, dan beberapa kendaraan yang melaluiku melihat ke arahku menembus kaca filmku yang hanya 50%. Kamu terangsang ya, Will? tanyanya pelan dan agak lirih. Aku tidak menjawab. Tangan kirinya mulai mengelus-elus badanku dan mengarah ke bawah. Aku sudah benar-benar terangsang. Sekali lagi Stella berbisik, Will, aku tau kamu terangsang, boleh nggak aku lihat punyamu? punya kamu besar yach! aku mengangguk. Dibukalah celana panjangku dengan tangan kirinya, seperti ia agak kesulitan pada saat ingin membuka ikat pinggangku sebab dia hanya menggunakan satu tangan. Aku bantu dia membuka ikat pinggang setelah itu aku kembali memegang setir mobil.Dielus-elus batang kemaluanku yang sudah keras dari luar. Tidak lama kemudian ditelusupkan telapak kirinya ke dalam dan digenggamlah kemaluanku. Ooh desahku pelan. Sedikit demi sedikit wajahnya bergerak. Pertama, ia cium bibirku dari sebelah kiri lalu turun ke bawah. Ia cium leherku, dan ia sempat berhenti di bagian dadaku, mungkin ia menikmati aroma parfum BULGARI-ku. Ia makin turun dan turun ke bawah. Beberapa kali Stella melakukan gerakan mengocok kemaluanku. Pertama-tama dijilatinya pangkal batang kemaluanku lalu merambat naik ke atas. Ujung lidahnya kini berada pada bagian biji kejantananku. Salah satu tangannya menyelinap di antara belahan pantatku, menyentuh anusku, dan merabanya. Stella melanjutkan perjalanan lidahnya, naik semakin ke atas, perlahan-lahan. Setiap gerakan nyaris dalam beberapa detik, teramat perlahan. Melewati bagian tengah, naik lagi. Ke bagian leher batangku. Kedua tanganku tak kusadari sudah mencengkeram setir mobil. Ujung lidahnya naik lebih ke atas lagi. Pelan-pelan setiap jilatannya kurasakan bagaikan kenikmatan yang tak pernah usai, begitu nikmat, begitu perlahan. Setiap kali kutundukkan wajahku melihat apa yang dilakukannya setiap kali itu pula kulihat Stella masih tetap menjilati kemaluanku dengan penuh nafsu.Sesaat Stella kulihat melepaskan tangannya dari kemaluanku, ia menyibakkan rambutnya ke samping tiga jarinya kembali menarik bagian bawah batang kemaluanku dengan sedikit memiringkan kepalanya. Stella kemudian mulai menurunkan wajahnya mendekati kepala kejantananku. Ia mulai merekahkan kedua bibirnya, dengan berhati-hati ia memasukkan kepala kemaluanku ke dalam mulutnya tanpa tersentuh sedikitpun oleh giginya. Kemudian bergerak perlahan-lahan semakin jauh hingga di bagian tengah batang kemaluanku. Saat itulah kurasakan kepala kejantananku menyentuh bagian lidahnya. Tubuhku bergetar sesaat dan terdengar suara khas dari mulut Stella. Kedua bibirnya sesaat kemudian merapat. Kurasakan kehangatan yang luar biasa nikmatnya mengguyur sekujur tubuhku. Perlahan-lahan kemudian kepala Stella mulai naik. Bersamaan dengan itu pula kurasakan tangannya menarik turun bagian bawah batang tubuh kejantananku hingga ketika bibir dan lidahnya mencapai di bagian kepala, kurasakan bagian kepala itu semakin sensitif. Begitu sensitifnya hingga bisa kurasakan kenikmatan hisapan dan jilatan Stella begitu merasuk dan menggelitik seluruh urat-urat syaraf yang ada di sana. Kuraba punggungnya dengan tangan kiriku, kuelus dengan lembut lalu mengarah ke bawah. Kudapatkan payudara sebelah kanan. Kubuka telapak tanganku mengikuti bentuk payudaranya yang bulat. Kuremas dengan lembut. Kubuka satu persatu kancing rompinya, dan kembali aku membuka tepak tangan mengikuti bentuk payudaranya. Sambil tetap mengulum, tangan kanannya bergerak menyentuh tanganku, ia tarik baju ketatnya dari selipan celana panjangnya. Dipegangnya tanganku dan diarahkannya ke dalam. Di balik baju ketatnya, aku meremas-remas payudaranya yang masih terbungkus BH. Kuremas satu persatu payudaranya sambil mendesah menikmati kuluman pada kemaluanku.Kuremas agak kuat dan Stella pun berhenti mengulum sekian detik lamanya. Kuelus-elus kulit dadanya yang agak menyembul dari BH-nya dengan sesekali menyelipkan salah satu jariku di antara payudaranya yang kenyal. Agh desahku menikmati kuluman Stella yang makin cepat. Aku turunkan BH-nya yang menutupi payudara sebelah kanan, aku dapat meraih putingnya yang sudah mengeras. Kupilin dengan lembut. Ooh esst desahnya melepas kuluman dan terdengar suara akibat melepaskan bibirnya dari kemaluanku. Menjilat, menghisap, naik turun. Ia begitu menikmatinya. Begitu seterusnya berulang-ulang. Aku tak mampu lagi melihat ke bawah. Tubuhku semakin lama semakin melengkung ke belakang kepalaku sudah terdongak ke atas. Kupejamkan mataku. Stella begitu luar biasa melakukannya. Tak sekalipun kurasakan giginya menyentuh kulit kejantananku. Gila, belum pernah aku dihisap seperti ini, pikirku. Pikiranku sudah melayang-layang jauh entah ke mana. Tak kusadari lagi sekelilingku oleh gelombang kenikmatan yang mendera seluruh urat syaraf di tubuhku yang semakin tinggi. Aku berhenti sejenak meraba payudaranya. Kutengok ke bawah, tangan kanannya menggenggam dengan erat persis di bagian leher batang kemaluanku, dan ia terlihat tersenyum kepadaku. Kamu luar biasa, Tel, bisikku sambil menggeleng-gelengkan kepala terkagum-kagum oleh kehebatannya. Stella tersenyum manis dan berkesan manja. Eh, bisa keluar aku kalo kamu kayak gini terus, bisikku lagi merasakan genggaman tangannya yang tak kunjung mengendur pada kemaluanku. Stella tersenyum. Kalo kamu udah nggak pengen keluar, keluarin aja, nggak usah ditahan-tahan, jawabnya dan setelah itu menjulurkan lidahnya keluar dan mengenai ujung batang kemaluanku. Rupanya ia mengerti aku sedang berjuang untuk menahan ejakulasiku.Aaghhh desahku agak keras menahan rasa ngilu. Bukan kepalang nikmat yang kurasakan, tubuhnya bergerak tidak karuan, seiring dengan gerakan kepalanya yang naik turun, kedua tangannya tak henti-henti meraba dadaku, terkadang ia memilin kedua puting susuku dengan jarinya, terkadang ia melepaskan kuluman untuk mengambil nafas sejenak lalu melanjutkannya lagi. Semakin lama gerakannya makin cepat. Aku sudah berusaha semaksimal untuk menahan ejakulasi. Kualihkan perhatianku dari payudaranya. Aku meraba ke arah bawah. Kubuka kancing celananya. Agak lama kucoba membuka dan akhirnya terlepas juga. Pelan-pelan kuselipkan tangan kiriku di balik celana dalamnya. Aku dapat rasakan rambut kemaluannya tipis. Mungkin dipelihara, pikirku dalam hati. Kuteruskan agak ke bawah. Stella mengubah posisinya. Tadinya ia yang hanya bersangga pada satu sisi pantatnya saja, sekarang ia renggangkan kedua kakinya. Dengan mudah aku dapat menyentuh kemaluannya. Beberapa saat telunjukku bermain-main di bagian atas kemaluannya. Aku naik-turunkan jari telunjukku. Ugh, nikmat sekali nih rasanya, pikirku. Sesekali kumasukkan telunjukku ke dalam lubang kemaluannya. Aku jelajahi setiap milimeter ruangan di dalam kemaluan Stella. Aku temukan sebuah kelentit di dalamnya. Kumainkan klitoris itu dengan telunjukku. Ugh, pegal juga rasanya tangan kiriku. Sejenak kukeluarkan jariku dari dalam. Lalu aku menikmati setiap kuluman Stella. Rasanya sudah beberapa tetes spermaku keluar. Aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya.Kembali kumasukkan jariku, kali ini dua jari, jari telunjuk dan jari tengahku. Pada saat aku memasukkan kedua jariku, Stella tampak melengkuh dan mendesah pelan. Semakin lama semakin cepat aku mengeluar-masukkan kedua jariku di lubang kemaluannya dan Stella beberapa menghentikan kuluman pada batang kemaluanku sambil tetap memegang batang kemaluanku. Entah sudah berapa orang yang melihat kegiatan kami terutama para supir atau kenek truk yang kami lewati, namun aku tidak peduli. Kenikmatan yang kurasakan saat itu benar-benar membiusku sehingga aku sudah melupakan segala sesuatu. Kembali Stella menjilat, menghisap dan mengulum batang kemaluanku dan entah sudah berapa lama kami melakukan ini. Kutundukkan kepalaku untuk melihat yang sedang dikerjakan Stella pada kemaluanku. Kali ini Stella melakukan dengan penuh kelembutan, ia julurkan lidahnya hingga mengenai ujung kepala kemaluanku lagi. Ia memutar-mutarkan lidahnya tepat di ujung lubang kemaluanku. Sungguh dashyat kenikmatan yang kurasakan. Beberapa kali tubuhku bergetar namun ia tetap pada sikapnya. Sesekali ia masukkan semua batang kemaluanku di dalam mulutnya dan ia mainkan lidahnya di dalam. Ooh.. Tel enakk desahku sambil melepaskan tangan kiriku dari lubang kemaluannya. Kupegang kepalanya mengikuti gerakan naik turun.Stella, aku sudah nggak tahannn kataku agak lirih menahan ejakulasi. Namun gerakan Stella makin cepat dan beberapa kali ia buka matanya namun tetap mengulum dan terdengar suara-suara dari dalam mulutnya. Aaaagghhh desahku keras diiringi dengan keluarnya sperma dari dalam batang kemaluanku di dalam mulutnya. Keadaan mobil kami saat itu sedikit tersentak oleh pijakan kaki kananku. Aku menikmati setiap sperma yang keluar dari dalam kemaluanku hingga akhirnya habis. Stella tetap menjilati kemaluanku dengan lidahnya. Dapat kurasakan lidahnya menyapu seluruh bagian kepala kemaluanku. Ugh, nikmat sekali rasanya. Setelah membersihkan seluruh spermaku dengan lidahnya, Stella bergerak ke atas. Kulihat dia, tampak ada beberapa spermaku menempel di sebelah kanan bibirnya dan pipi kirinya. Aku mulai bergerak memperbaiki posisi dudukku, perlahan-lahan. Sambil tetap digenggamnya batang kemaluanku yang sudah lemas, Stella beranjak ke atas melumat bibirku, masih terasa spermaku. Sekian detik kami bercumbu dan aku memejamkan mata. Akhirnya ia merapikan posisinya, ia duduk dan merapikan pakaiannya. Aku pun merapikan pakaianku sekedarnya. Aku kenakan celana panjangku namun tidak kumasukkan kemejaku.Beberapa hari setelah itu, aku main ke kost Stella dan pada saat itu pula kami mengikat tali kasih. Awal bulan Maret lalu Stella kembali dari Manado setelah 2 minggu ia berada di sana dan ia tidak kembali lagi bekerja di salon itu. Sekarang kami hidup bersama di sebuah tempat di daerah Grogol, sekarang ia diterima sebagai operator di salah satu perusahaan penyedia jasa komunikasi handphone. Sedangkan aku tetap sebagai animator yang bekerja di sebuah perusahaan di daerah Kedoya tapi aku harus meninggalkan kostku. Setelah kami hidup seatap, Stella mengakui padaku bahwa selama enam bulan ia bekerja di salon itu, ia pernah melayani pelanggannya dan ia mengatakan bahwa semua pekerja yang bekerja di salon itu juga pekerja seks. Stella tidak mengetahui bagaimana asal mulanya. Stella sendiri tidak tahu apakah salon merupakan sebuah kedok atau seks adalah sebuah tambahan. Dia mengatakan bahwa untuk mengajak keluar salah satu karyawati di situ, seseorang harus membayar di muka sebesar Rp 500.000. Rasanya Jakarta hanya milik kami berdua, tiap malam setelah mandi sepulang dari kerja atau setelah makan malam, kami melakukan hubungan seks. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir dan entah kapan kami akan resmi menikah.Kami sungguh menikmati setiap hari yang akan kami lalui dan telah kami lalui bersama. Aku sungguh tidak peduli dengan asal-usulnya pekerjaan Stella sebab makin hari aku makin terbius oleh kenikmatan seks dan mataku seolah-seolah tertutup oleh rasa sayangku pada dia.

TAMAT

[Cerita Dewasa] Gadis SMA Anisa bercinta di Hutan



[Cerita Dewasa] Gadis SMA Anisa bercinta di Hutan

Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ). Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu. Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa ( saya memanggilnya Anisa ) yang terkenal galak dan judes itu dan anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Bu Anis usianya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman - teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi. Kata pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.

Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.

Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. Dia menggigil kedinginan. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. "Maaf" katanya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.

Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi ? wow...Anisa dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.
"Dingin banget" katanya. "Terang dingin , habis kamu bugil begini" jawabku.
"Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?" pinta Anisa.
Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Anisa. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman
" Maaf Nisa ?"
"Enggak apa-apa ?!": sahutnya.
Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Anisa merangkulku, "Dingin" katanya, aku peluk saja dia erat-erat. " Hangat bu ?" tanyaku " iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya " pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.

Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Lalu aku menghindar. "Kenapa?" tanya Anisa
" Maaf Nisa ? " Jawabku.
" Tidak apa-apa Rangga, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.
Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Anisa yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku. Kami masih berciuman, tangan Anisa melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok 'Mr. Penny'ku. Tanganku mulai merogoh 'Ms. Veggy'nya Anisa, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari
tadi. Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. 'Ms. Veggy'nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.

Anisa sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula . Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?
" Kamu kuat ya?" bisiknya mesra.
" Lumayan sayang ?!" sahutku setengah berbisik.
" Biasa main dimana ?" tanyanya
"Ada apa sayang?" tanyaku kembali.
" Akh enggak" jawabnya sambil melepas 'Ms. Veggy'nya dari 'Mr. Penny'ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati 'Mr. Penny'ku tanpa rasa jijik sedikitpun. Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah 'Ms. Veggy'nya. Aku jilati 'Ms. Veggy' itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya, "Bagaimana jika kamu hamil ?"
" Don't worry !" katanya. Dan setelah dia memebersihkan 'Ms. Veggy'nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Anisa tampak anggun dan cantik sekali. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali 'Mr. Penny'ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa 'Mr. Penny', dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi.

Aku menuruti permintaan Anisa. Dia menggagahi aku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay). Mainan Anisa bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Anisa meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang 'Ms. Veggy'nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok 'Mr. Penny'ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya, dan kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Anisa minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Anisa hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Anisa menuntun 'Mr. Penny'ku masuk ke 'Ms. Veggy'nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan 'Mr. Penny'ku masuk kedalam 'Ms. Veggy'nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, 'Ms. Veggy'nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir 'Ms. Veggy'nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu. Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang 'Ms. Veggy'nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Anisa merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, 'Mr. Penny'ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Anisa minta agar aku jangan ejakulasi dulu,
"Tahan ya ?" pintanya. " Jangan dikeluarin lho ?!" pintanya lagi.
Lalu dia menghisap 'Mr. Penny'ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan 'Mr. Penny'ku di 'Ms. Veggy'nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Anisa mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia " keluar", dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang "keluar" dan oh,,,,oh...oh....muncratlah air maniku dilubang 'Ms. Veggy' Anisa.
"Jahat kamu ?!" kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. " Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu " Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata
" Aku suka kamu " Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi 'Mr. Penny'ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Anisa tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku " keluar" karena tangan Anisa selalu memainkan 'Mr. Penny'ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.
" Aku lemas sayang ?!" bisikku mesra
" Biarin !" Bisiknya mesra sekali. " Aku suka kok !" Bisiknya lagi.
Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Anisa. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok 'Ms. Veggy'nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Anisa sudah 'keluar' banyak, 'Ms. Veggy'nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan. Ketika sampai di rumah Anisa, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Lalu aku pulang.

Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Anisa guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 12 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SLTA, Anisa minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya. Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Anisa berencana berhenti menjadi guru, "sakit rasanya" ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.

Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Anisa Maharani, MSC. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima. Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Di pesta itu, ketika aku datang, Anisa tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banya itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.

"Aku rindu kamu Rangga kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku " Kata Anisa lirih dan pelan sambil memelukku.
Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Anisa. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium "Anisa". Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa. Ku kabari Anisa dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Anisa putriku. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya.

TAMAT